Lombok Tengah – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih januratmoko, menuntut percepatan pemulihan Desa Adat Sade pascakebakaran hebat yang meluluhlantakkan kawasan tersebut.

Proyek rekonstruksi ditargetkan tuntas dalam kurun waktu kurang dari enam bulan agar denyut kehidupan warga kembali normal.

Singgih menekankan bahwa seluruh tahapan pembangunan wajib mematuhi pakem arsitektur tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Masyarakat adat harus dilibatkan secara aktif mulai dari fase perencanaan hingga eksekusi di lapangan.

Penggunaan material bangunan pun harus selaras dengan konsep asli desa demi menjaga integritas nilai historis dan budaya setempat.

Selain aspek fisik, evaluasi sistem mitigasi kebakaran menjadi poin krusial yang harus diintegrasikan dalam proses pembangunan kembali.

Karakter bangunan tradisional yang didominasi bahan mudah terbakar menuntut perhatian ekstra pada instalasi listrik serta pengelolaan sumber api.

Ketidakteraturan sambungan listrik di rumah-rumah warga disinyalir menjadi faktor risiko tinggi yang mendesak untuk segera dibenahi.

Pemerintah pusat dan daerah diminta merancang sistem keamanan yang lebih mumpuni tanpa harus mengorbankan estetika tradisional kawasan.

Pihak legislatif memberikan apresiasi penuh atas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keaslian konsep awal desa selama proses rekonstruksi.Singgih juga menyoroti urgensi pemulihan ekonomi bagi warga yang kehilangan tempat usaha akibat musibah tersebut.

Ia mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk segera menyalurkan bantuan produktif kepada para pelaku usaha terdampak.

Dukungan tersebut diharapkan mampu memicu kembali roda perekonomian masyarakat Desa Adat Sade secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *