Jakarta – Komisi V DPR RI mendesak Kementerian Perhubungan untuk membuka akses transparansi secara menyeluruh terkait penyusunan alokasi anggaran dalam APBN.Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menekankan bahwa distribusi dana pembangunan harus disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan mendesak di setiap daerah.

ia menolak anggapan bahwa pemerataan anggaran harus diwujudkan melalui pembagian nominal yang seragam bagi seluruh wilayah di Indonesia.”Anggaran pendapatan dan belanja negara itu adalah milik seluruh rakyat Indonesia dari sabang sampai Merauke, dari Talaut sampai Pulau Rote,” ujar Lasarus dalam Rapat dengar pendapat di Gedung Nusantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Prinsip keadilan dalam pemerintahan harus diwujudkan melalui kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Komisi V mewajibkan adanya rincian jelas mengenai lokus dan nilai anggaran agar fungsi pengawasan legislatif dapat berjalan optimal.

Transparansi ini mencakup program teknis krusial, termasuk penanganan perlintasan sebidang di sektor perkeretaapian.

Data akurat tersebut diperlukan agar setiap anggota dewan mampu menjelaskan program pembangunan kepada konstituen di daerah pemilihan masing-masing.Legislatif memastikan bahwa permintaan data ini bukan merupakan intervensi terhadap kewenangan teknis pengadaan barang dan jasa pemerintah.

langkah tersebut murni menjadi bentuk pertanggungjawaban publik atas penggunaan dana negara.

Komisi V kini menjadwalkan pembahasan anggaran yang lebih mendalam bersama seluruh Direktorat Jenderal di lingkungan Kemenhub.

Diskusi teknis ini akan melibatkan jajaran Ditjen Perhubungan Laut, Perkeretaapian, Perhubungan Darat, serta Perhubungan Udara.

Sekretaris Jenderal dan Inspektur Jenderal Kemenhub juga diwajibkan hadir dalam agenda pembahasan lanjutan tersebut.Pihaknya telah berkoordinasi dengan badan Anggaran DPR RI terkait potensi pergeseran anggaran antar-Direktorat Jenderal.

Upaya ini dilakukan demi memastikan alokasi dana benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat di berbagai pelosok tanah air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *