Siak – Komisi X DPR RI menuntut pemerintah pusat segera merumuskan peta jalan nasional yang komprehensif untuk revitalisasi sarana pendidikan di seluruh tanah air.

Desakan ini muncul setelah para legislator menemukan kondisi memprihatinkan pada bangunan sekolah, termasuk SD Negeri 01 Benteng Hulu di Kabupaten Siak, Riau.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai struktur bangunan yang berdiri sejak 1956 tersebut sudah sangat tua dan membahayakan keselamatan siswa.

Ia menyoroti atap yang rapuh serta ruang kelas yang tidak layak sebagai ancaman nyata bagi kenyamanan proses belajar mengajar.

Anggota Komisi X DPR RI, Karmila Sari, menekankan pentingnya pemerataan perhatian pemerintah hingga ke sekolah-sekolah di pelosok Kabupaten Siak.

Ketimpangan fasilitas serupa juga ditemukan oleh anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, saat melakukan peninjauan di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Di wilayah tersebut, usulan revitalisasi ruang kelas belum sepenuhnya terealisasi, bahkan kebutuhan mendasar seperti fasilitas toilet masih sangat minim.

Menanggapi temuan tersebut,anggota Komisi X DPR RI,Muhamad Nur Purnamasidi,menegaskan urgensi perencanaan yang terukur agar perbaikan tidak menunggu kerusakan berat.”Revitalisasi sekolah harus terencana, jangan tunggu rusak berat,” tegas Muhamad Nur.

Komisi X DPR RI berkomitmen mengawal ketat proses revitalisasi agar memberikan dampak nyata bagi warga sekolah, bukan sekadar tuntas secara administratif.

Pemerintah didorong untuk meninggalkan pola kerja reaktif dan beralih menjadi proaktif dalam memelihara sarana pendidikan demi menjamin keamanan generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *