Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI, Moreno Soeprapto, mendesak pemerintah untuk segera mengamankan posisi Indonesia dalam rantai pasok otomotif global yang tengah bergeser.
Indonesia harus berhenti memosisikan diri sekadar sebagai pasar bagi produk otomotif asing.
Negara wajib menekan investor agar membangun fasilitas produksi serta ekosistem industri kendaraan listrik dan hybrid berkelas dunia di dalam negeri.
Kekayaan mineral melimpah dan besarnya pasar domestik menjadi modal utama yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
Desakan tersebut disampaikan Moreno dalam rapat kerja bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, di Senayan, Selasa (1/9/2026).Politisi Partai Gerindra ini menekankan bahwa efisiensi regulasi dan kesiapan infrastruktur logistik merupakan kunci mutlak daya saing nasional.
Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dinilai sebagai lokasi strategis yang perlu segera dioptimalkan untuk menampung ekspansi manufaktur tersebut.
Moreno memberikan dukungan penuh terhadap penambahan anggaran Kementerian Investasi demi memperkuat koordinasi kebijakan lintas kementerian.Langkah akselerasi ini krusial agar Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara tetangga dalam memenangkan investasi global.
Menteri Investasi Rosan P.Roeslani merespons desakan tersebut dengan menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga iklim investasi serta kepastian hukum.
Pemerintah saat ini membidik target investasi ambisius sebesar Rp13.000 triliun dalam lima tahun ke depan untuk memacu pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak turut membahas pagu anggaran Kementerian investasi dan Hilirisasi/BKPM tahun 2027 sebesar Rp974,84 miliar.
Komisi XII DPR RI menjadwalkan pendalaman lebih lanjut bersama jajaran Eselon I kementerian sebelum mengajukan usulan tambahan anggaran ke Badan Anggaran.










