Sukabumi – Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menuntut pemerintah daerah segera menghentikan ketergantungan warga terhadap bantuan air bersih saat musim kemarau.
Ia menekankan urgensi pembangunan infrastruktur sistem penyediaan air yang permanen dan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.
Instruksi tersebut disampaikan dalam pertemuan strategis di Kantor Desa Sukamaju, kecamatan Cikakak, pada Kamis (10/9/2026).
Diskusi ini mempertemukan jajaran Pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, BPBD, ahli geodesi, serta perangkat desa setempat.Desa Sukamaju menjadi sorotan utama karena mengalami krisis air parah akibat anjloknya debit sumber air selama kemarau.
Kondisi memprihatinkan memaksa warga setempat memanfaatkan aliran sungai kecil dan selokan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Saan menilai pengiriman bantuan air melalui tangki tidak lagi efektif sebagai solusi jangka panjang.
“Penanganan jangka pendek tentu harus dilakukan agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air, tetapi yang jauh lebih penting, kita harus mencari solusi jangka panjang yang permanen,” tegas Saan.
Pemerintah kini tengah menyusun peta jalan penanganan krisis air secara bertahap, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang.
Distribusi air bersih melalui tangki tetap dijalankan sebagai langkah darurat untuk kebutuhan mendesak warga.
Fokus jangka menengah diarahkan pada pembangunan penampungan air serta perbaikan jaringan perpipaan dari sumber mata air yang tersedia.
Opsi jangka panjang yang sedang dikaji secara mendalam adalah pembangunan jaringan perpipaan sepanjang 6 kilometer dari Sungai Cisukawayana.Keterlibatan ahli geodesi menjadi kunci untuk memetakan kontur wilayah dan memastikan efektivitas jaringan air yang akan dibangun.Saan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi konkret dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Ia memandang pembangunan infrastruktur air sebagai investasi vital untuk memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman kekeringan.
“Jangan sampai setiap musim kemarau kita hanya sibuk mengirim tangki air, yang harus kita bangun adalah sistemnya supaya masyarakat tidak terus menunggu bantuan,” tambahnya.
Kepala Desa Sukamaju, Jenal Abidin, menyambut positif inisiatif tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan.
Pihak desa berharap rencana pembangunan sistem air permanen ini segera terealisasi agar krisis air tidak lagi menjadi beban tahunan bagi warga.









