Probolinggo – Praktik toleransi dan semangat gotong royong masyarakat suku Tengger di Kabupaten Probolinggo,jawa Timur,dinilai layak menjadi prototipe kerukunan nasional.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, melontarkan pujian tersebut saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik ke komunitas Hindu Tengger, Kamis (3/9/2026).

Singgih menyoroti aksi nyata warga yang saling bahu-membahu menjaga keamanan dan kenyamanan saat pemeluk agama lain melaksanakan ibadah.

“Kalau ada umat Hindu yang acara keagamaan, yang menjaga dari Islam, dan kalau Islam ada kegiatan keagamaan, dari Hindu yang membantu,” ujar Singgih.

Ia meyakini pola interaksi sosial yang inklusif ini menjadi modal krusial dalam memperkokoh persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Data demografi mencatat kawasan tersebut dihuni oleh 12 ribu hingga 14 ribu jiwa,dengan komposisi umat Hindu mencapai 40 persen.

Kunjungan ini sekaligus menjadi sarana bagi Komisi VIII DPR RI untuk menyerap aspirasi masyarakat serta memperkuat fungsi pengawasan terhadap kebijakan Kementerian Agama.Pihaknya berkomitmen mendorong pemerataan layanan keagamaan serta pemenuhan sarana prasarana peribadatan yang lebih memadai bagi warga.”Nilai-nilai kedamaian, kebersamaan, dan keharmonisan ini merupakan benteng moral yang menjaga keutuhan NKRI dan kebinekaan bangsa kita,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *