Jakarta – Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mulai menjajaki potensi dukungan bagi kandidat pimpinan Inter-Parliamentary Union (IPU) yang diusung oleh Azerbaijan.
Rencana dukungan tersebut akan dimatangkan dalam forum Sidang Umum IPU yang dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 9 Oktober mendatang.
Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, memastikan pihaknya akan segera mengonsultasikan aspirasi tersebut kepada pimpinan DPR RI.
Koordinasi intensif bakal dilakukan bersama Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang dijadwalkan hadir langsung dalam perhelatan internasional itu.
Syahrul menegaskan bahwa pihaknya menyambut positif keinginan Azerbaijan untuk memperebutkan posisi pimpinan di organisasi parlemen dunia tersebut.
Di luar agenda diplomasi parlemen, kedua pihak turut mengeksplorasi peluang kerja sama strategis di sektor ekonomi dan energi.
BKSAP kini tengah mengkaji opsi diversifikasi pasokan minyak dan gas dari Azerbaijan sebagai alternatif mitra konvensional di kawasan Teluk.
langkah strategis ini mempertimbangkan posisi Azerbaijan sebagai salah satu produsen energi utama di kawasan Kaukasus.
Syahrul menekankan bahwa kajian tersebut tetap selaras dengan visi kemandirian energi nasional yang diusung presiden Prabowo.
Pemerintah Indonesia saat ini memang tengah memprioritaskan optimalisasi sumber daya alam domestik, termasuk melalui akselerasi program B50.
Pertemuan kehormatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Ravindra Airlangga.
Delegasi Azerbaijan dipimpin langsung oleh Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Ramil Abil Rzayev, didampingi Sekretaris Kedua Kedutaan Besar Azerbaijan, Musa Jafarov.










