Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, mendesak Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk segera merombak sistem penilaian kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih berorientasi pada kualitas.

Desakan tersebut disampaikan Khozin dalam rapat Dengar Pendapat bersama Kepala LAN, Muhammad Taufiq, di Gedung Nusantara, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Ia mengkritik standar penilaian saat ini yang dinilai masih terjebak pada rutinitas administratif,seperti absensi dan kedisiplinan fisik semata.

Khozin menekankan bahwa efektivitas skema kerja jarak jauh atau *Work From Home* (WFH) sangat bergantung pada kemampuan negara dalam mengukur *output* dan *outcome* secara presisi.

Ia membandingkan birokrasi pemerintah dengan perusahaan global seperti Google atau Meta yang telah meninggalkan formalitas kehadiran sebagai acuan utama kinerja.

Tanpa adanya parameter kualitatif yang jelas, ia meyakini sistem kerja ASN tidak akan pernah berjalan optimal.

Selain menyoroti kinerja, Khozin juga meminta klarifikasi terkait wacana integrasi LAN ke dalam universitas Republik Indonesia (URI).

Ia mempertanyakan status rencana tersebut karena berpotensi mengubah posisi LAN sebagai mitra kerja Komisi II DPR RI di masa depan.

Legislator dari Fraksi PKB ini turut menuntut kejelasan mengenai wacana perluasan tugas LAN yang akan mencakup pembinaan terhadap institusi BUMN.

Ia menegaskan bahwa perubahan skala pelayanan tersebut memerlukan landasan hukum yang kuat serta perencanaan yang matang.

khozin menutup pandangannya dengan menyatakan dukungan konstruktif terhadap upaya reformasi birokrasi yang lebih adil dan menyeluruh bagi seluruh institusi negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *