Jakarta – Komisi XI DPR RI mendesak calon deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, untuk memaparkan langkah nyata dalam mengoptimalkan mandat baru bank sentral guna memacu pertumbuhan ekonomi serta perluasan lapangan kerja.
ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menekankan pentingnya kebijakan moneter yang mampu memberikan dampak langsung bagi sektor riil masyarakat.
tuntutan tersebut mengemuka dalam sesi uji kelayakan dan kepatutan yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Misbakhun menyoroti perluasan fungsi Bank Indonesia yang kini memikul tanggung jawab lebih besar dalam mendukung ekspansi ekonomi nasional.
Legislator tersebut secara tegas meminta agar dukungan bank sentral tidak hanya terbatas pada tataran makro, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja secara konkret.
Menjawab tantangan tersebut, Solikin M. juhro menetapkan peningkatan produktivitas sebagai motor utama untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
Strategi jangka pendek yang ditawarkan Solikin mencakup sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, serta koordinasi fiskal yang erat dengan pemerintah.
Untuk jangka menengah dan panjang, ia memfokuskan arah kebijakan pada penguatan kapasitas ekonomi nasional secara menyeluruh.
“Di situlah kita bisa bertumbuh 6 persen, 7 persen, bahkan lebih, dan esensinya adalah produktivitas,” tegas Solikin.
ia juga berkomitmen menciptakan iklim ekonomi yang kondusif melalui akselerasi digitalisasi, inklusivitas, serta pendalaman pasar keuangan.
Penguatan pasar keuangan dinilai sebagai langkah krusial agar instrumen ekonomi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membiayai pembangunan nasional.
Solikin menegaskan bahwa pendalaman pasar keuangan merupakan keharusan mutlak demi memastikan pembiayaan ekonomi berjalan lebih efektif dan efisien.










