Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menuntut pemerintah segera melakukan perombakan total terhadap standar keselamatan bagi seluruh relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tuntutan ini mencuat pasca-gugurnya Akhmad Rijani,Ketua Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Palangka,Kota Palangka Raya,saat berjibaku memadamkan api di lapangan.Hetifah menyampaikan duka cita mendalam atas dedikasi almarhum yang telah mengabdi selama lebih dari sepuluh tahun menjaga kelestarian lingkungan.

Ia menegaskan bahwa keberanian para relawan di garis depan tidak boleh dibayar dengan pengabaian terhadap aspek keselamatan jiwa.

Legislator asal Kalimantan Timur ini menilai insiden tersebut sebagai alarm keras bagi pemerintah untuk segera mengevaluasi prosedur operasional standar (SOP) penanganan bencana.

Pemerintah wajib menjamin pemeriksaan kesehatan rutin, ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang layak, serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti air minum dan waktu istirahat bagi petugas.

Mekanisme rotasi personel harus diterapkan secara ketat agar petugas tidak memaksakan diri melampaui batas kemampuan fisik.

Dukungan tenaga medis dan prosedur evakuasi yang sigap harus menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap operasi pemadaman di lapangan.

Politisi Partai golkar ini menyoroti peran vital relawan tingkat desa dan kelurahan sebagai garda terdepan yang sering kali bergerak paling awal saat titik api muncul.

ia menuntut adanya perlindungan kesehatan dan pembekalan memadai bagi para relawan agar mereka tidak menjadi tumbal dalam setiap peristiwa kebakaran.Hetifah mendorong pergeseran paradigma penanganan karhutla yang lebih mengutamakan strategi pencegahan dan kesiapsiagaan dini daripada sekadar pemadaman api.Penguatan edukasi masyarakat serta deteksi dini di tingkat lokal dinilai mampu menekan risiko yang harus dihadapi oleh para petugas di lapangan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan guna meminimalisir aktivitas pemicu kebakaran.

Pengabdian almarhum Akhmad rijani harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memastikan tidak ada lagi relawan yang mempertaruhkan nyawa tanpa perlindungan yang layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *