Jakarta – DPR RI melalui Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) tengah menggenjot penguatan hubungan diplomatik dengan Sri Lanka melalui optimalisasi Grup Kerja sama Bilateral (GKSB).
Langkah strategis ini diambil setelah Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, melakukan pertemuan kehormatan dengan Duta Besar Sri Lanka, Sashikala Premawardhane, di Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Pihak Sri Lanka telah merampungkan daftar anggota parlemen mereka untuk memuluskan kolaborasi tersebut.
DPR RI saat ini sedang melakukan pemutakhiran data anggota GKSB guna mengisi kekosongan posisi agar fungsi diplomasi parlemen dapat berjalan efektif.
selain diplomasi parlemen, kedua negara sepakat menjajaki pengaktifan kembali kerangka kerja sama di bidang keselamatan dan pertolongan atau *search and rescue*.
Inisiatif tersebut akan melibatkan koordinasi intensif dengan Komisi V DPR RI yang memiliki kemitraan langsung dengan Basarnas.
syahrul menegaskan bahwa ikatan historis dan kultural menjadi fondasi kokoh bagi kemitraan kedua negara.
Keberadaan sekitar 50.000 jiwa komunitas keturunan Melayu-Jawa di Sri Lanka menjadi modal sosial krusial untuk memperluas kerja sama di sektor ekonomi, pertahanan, pendidikan, hingga kebudayaan.
Sektor ekonomi ditempatkan sebagai prioritas utama karena dinilai mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Indonesia secara khusus membidik pasar ekspor buah pinang ke Sri Lanka untuk memutus rantai monopoli pihak ketiga di kawasan Asia Selatan.Selama ini, distribusi komoditas pinang ke India, Sri Lanka, dan pakistan kerap dikuasai oleh pasar tertentu.
Pemerintah optimistis perdagangan langsung ini mampu mendongkrak harga jual komoditas bagi para petani lokal di tanah air.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Ravindra Airlangga, beserta delegasi dari Kedutaan Besar Sri Lanka.










