Tegal – Anggota Komisi X DPR RI, Rycko Menoza, mendesak Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat sinergi dengan Kementerian Dalam Negeri guna meluruskan persepsi publik mengenai data desil.Langkah ini dinilai krusial agar masyarakat memahami bahwa desil hanyalah instrumen pemilahan tingkat kesejahteraan, bukan penentu tunggal dalam penyaluran bantuan sosial maupun pendidikan.

Rycko melontarkan desakan tersebut saat memimpin kunjungan kerja Panja RUU Statistik di Kantor BPS Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (17/9/2026).

Ia menyoroti adanya miskonsepsi di tengah masyarakat yang kerap menganggap BPS sebagai otoritas langsung dalam pencairan bantuan pemerintah.

Padahal, kewenangan penyaluran program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Program Indonesia Pintar (PIP) sepenuhnya berada di bawah kementerian teknis terkait.

“Desil ini bukan satu-satunya alat ukur, terutama dalam hal pemberian bantuan kepada masyarakat, baik itu bantuan dari pendidikan, kesehatan maupun yang lainnya,” tegas Rycko.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menekankan pentingnya peran Kemendagri dalam mengoordinasikan pemerintah daerah hingga tingkat desa dan kelurahan.

Koordinasi berjenjang tersebut diyakini mampu meredam keresahan warga saat terjadi perubahan posisi desil akibat proses pemutakhiran data.

Dalam pembahasan revisi UU Nomor 16 Tahun 1997, Komisi X DPR RI memberikan perhatian khusus pada akurasi dan kecepatan pemutakhiran data sektor pendidikan.

Pihaknya ingin memastikan bantuan pendidikan seperti PIP tepat sasaran dan tidak salah alamat kepada pihak yang tidak berhak.

“Jangan sampai orang-orang yang justru berhak mendapatkan bantuan pemerintah malah tidak dapat, sebaliknya orang yang sudah kategori mampu justru malah dapat,” ungkapnya.

Rycko berharap BPS segera melakukan penyesuaian data secara responsif agar masyarakat yang memenuhi kriteria tidak terkendala oleh data yang tidak relevan dengan kondisi terkini.

ia menegaskan bahwa penyesuaian data sangat dimungkinkan agar hak masyarakat yang berhak menerima bantuan tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *