Jakarta – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Sudan, Yassir Mohamed Ali Mohamed, di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (1/9/2026).

Pertemuan ini sekaligus menjadi momen perpisahan bagi sang diplomat yang akan segera mengakhiri masa tugasnya di Indonesia.Syahrul memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Duta Besar Sudan dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara selama masa jabatannya.

Dalam pertemuan tersebut, Yassir menyampaikan kabar menggembirakan terkait perbaikan situasi keamanan di Sudan.

Pemerintah Sudan kini telah menguasai lebih dari 90 persen wilayah negara,memicu optimisme bahwa konflik bersenjata akan segera menemui titik akhir.Selain membahas keamanan, kedua pihak menjajaki peluang kerja sama ekonomi yang sangat potensial.

Sudan memiliki cadangan lahan pertanian seluas 80 juta hektare, namun baru sekitar 20 persen yang telah diolah secara produktif.

Sektor gandum, peternakan sapi, hingga kerbau menjadi bidang investasi strategis yang terbuka lebar bagi pelaku usaha asal Indonesia.

Di sisi lain, Yassir mengungkapkan kesan mendalam terhadap keramahan masyarakat Indonesia yang ia rasakan selama bertugas.

Menanggapi krisis kemanusiaan yang terjadi,BKSAP DPR RI menegaskan komitmennya untuk mengangkat isu Sudan ke panggung internasional.

DPR RI akan menyuarakan kondisi terkini Sudan dalam Sidang Umum Inter-Parliamentary union (IPU) di tanzania pada Oktober mendatang.

Syahrul telah menghimpun masukan strategis dari Duta Besar Sudan sebagai bahan diplomasi parlemen di forum dunia tersebut.

Langkah ini merupakan wujud tanggung jawab Indonesia dalam mendorong perdamaian serta penyelesaian konflik di Sudan melalui jalur diplomasi parlemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *