Jakarta – Komisi IX DPR RI melayangkan kritik keras terhadap penghapusan alokasi anggaran alat kesehatan untuk penanganan tuberkulosis (TBC) dalam rencana anggaran tahun 2027.
Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menyatakan keheranannya melihat pos anggaran tersebut tercatat nol rupiah.Padahal, pemerintah sebelumnya telah mengalokasikan dana sebesar Rp279 miliar untuk kebutuhan alat kesehatan TBC pada tahun 2026.
Felly menyampaikan teguran tersebut dalam rapat kerja bersama Menteri Kesehatan serta Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa Indonesia saat ini masih menempati peringkat kedua dunia dengan beban kasus TBC yang sangat tinggi.
Selain penghapusan anggaran alat kesehatan,Felly juga menyoroti pemangkasan total anggaran penanganan TBC dari Rp5,19 triliun menjadi Rp3,7 triliun pada 2027.
Legislator tersebut mempertanyakan efektivitas distribusi alat kesehatan yang telah disebar ke 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Kementerian Kesehatan didesak untuk memberikan penjelasan transparan mengenai keberlanjutan penggunaan perangkat medis tersebut di lapangan.
Dalam forum yang sama, pembahasan turut menyasar rencana besar revitalisasi fasilitas kesehatan dengan kebutuhan dana mencapai Rp55,8 triliun.
Program ambisius tersebut mencakup pembangunan 1.988 puskesmas baru, renovasi 8.001 titik,serta pemenuhan 4.962 unit fasilitas kesehatan.
Felly menuntut transparansi pemerintah terkait tahapan penganggaran program revitalisasi agar kesinambungan proyek tetap terjaga.
Ia meminta rincian alokasi anggaran tahunan yang jelas untuk mendukung target pembangunan puskesmas dan peningkatan kelas rumah sakit sesuai arahan Presiden.










