Medan – Komisi X DPR RI mempercepat agenda revitalisasi lima sekolah dasar di Sumatera Utara yang mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari hasil peninjauan langsung di SD Negeri 060950 Medan terkait pemulihan infrastruktur pendidikan.
Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, menekankan urgensi penyelesaian perbaikan sekolah yang terdampak bencana tahun lalu.
Meski kegiatan belajar mengajar telah berjalan normal,ia mengakui masih terdapat sejumlah sekolah yang belum rampung direhabilitasi.
Selain lima sekolah dasar tersebut, terdapat kebutuhan mendesak untuk membangun 12 ruang kelas baru bagi jenjang SMP.
Sofyan memastikan seluruh pengerjaan fisik akan dikebut pada tahun 2026 berkat adanya tambahan alokasi anggaran revitalisasi.
Tambahan anggaran tersebut memungkinkan pemerintah mempercepat target pembangunan tanpa harus menunggu hingga tahun 2027.
Komisi X juga tengah menampung aspirasi terkait pengadaan perangkat teknologi penunjang pembelajaran, seperti laptop, bagi para siswa.
Pihaknya berkomitmen mengintegrasikan kebutuhan fasilitas digital tersebut ke dalam program kerja tahun depan.
Terkait perbaikan infrastruktur pendukung seperti halaman sekolah, sofyan menegaskan bahwa tanggung jawab tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.
Secara nasional, program revitalisasi sekolah kini menunjukkan tren positif dengan peningkatan kuota dari 60 ribu menjadi 71 ribu unit.Pemerintah pusat menargetkan seluruh sekolah rusak di Indonesia sudah tertangani sepenuhnya pada tahun 2029 mendatang.










